Jangan Jumawa, Jangan Pula Merana
Pilkada itu pesta rakyat yang harus disambut dengan riang gembira, meski tak ada kedekatan dengan paslon yang berlaga. Jangan membuat jarak antara teman dan saudara hanya karena berbeda KADA, maksudnya beda pilihan calon KADA. Jangan pula galak surang mancaliak asoy tabang, lantaran paslon yang di pilih kalah di Pilkada ini. Jangan pula merasa paling hebat dan jumawa karena paslon yang dipilih menang pilkada, tokh kinerja kedepan belum tentu sebaik dan seindah yang di gaungkan dan di janjikan. Tak perlu pula mengagungkan yang menang, lalu merendahkan yang kalah dan tidak beruntung. Karena yang mengangkat pemimpin itu, adalah hak mutlak Allah, baik itu pemimpin mukmin maupun fasik atau kafir sekalipun. Itu yang harus pahami dari Kalamullah. Dalam surat Ali Imran 140 , Allah SWT menjelaskan sebuah hukum yang berlaku di alam semesta: وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ "Dan masa (kej...