Postingan

Menampilkan postingan dengan label catatan

Bukan Cuma Jokowi, Kita Juga

Gambar
  Dalam hidup–biasanya ada manusia yang runtuh oleh pujian, dan ada manusia yang patah oleh cacian. Sedangkan Jokowi, tampaknya bukan keduanya. Lebih jauh lagi–secara faktual–Jokowi saat ini juga mendapatkan "serangan" dari berbagai arah. Dari luar (dirinya), ia diserang oleh berbagai fitnah dan penghinaan–dan dari dalam (dirinya), oleh kondisi tubuh yang tak lagi sepenuhnya ramah. Dan yang paling menarik bukanlah semua "luka" itu–tetapi caranya berdiri di hadapan luka, caranya menyiasati luka. Dari sini kita mulai paham: kekuatan Jokowi bukanlah pada kemampuan membantah, melainkan pada kemampuan tidak merasa perlu membalas. Itu karena ia sudah selesai dati kebutuhan untuk diakui, dan dari sinilah keteguhannya berasal. Orang yang masih lapar pengakuan akan mudah tersinggung, sementara orang yang sudah kenyang makna akan tetap tenang.  Sejak awal, hidup Jokowi adalah perjalanan yang ditempa oleh proses, bukan karpet merah. Dari bantaran kali, lorong-lorong pasar, kan...

Sepenggal Cerita di Pesantren

Gambar
  Oleh : Abdul Hasyim Mubarak Cahaya matahari pagi mulai menyinari salah satu kota besar di tepi barat pulau Sumatra. Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan baru pulang dari melaut pagi itu. Para petani mulai berjalan di pematang sawah, berbekal cangkul di pundak dan semangat untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah beberapa bulan kedepan. Para pedagang mulai menggelar daganannya. Jalanan kota mulai di padati kendaraan besar maupun kecil, yang dibawa oleh mereka yang memiliki tujuan masing-masing, yang memiliki harapan untuk mendapatkan rezeki yang baik hari ini. Di salah satu sudut kota, seorang anak muda telah bangun sejak shubuh tadi. Dia harus mempersiapkan banyak barang sebelum berangkat untuk mengembara ke tempat yang jauh dari rumahnya, untuk menuntut ilmu di sebuah sekolah agama yang berada di sekitar wilayah utara provinsi. “Ibu, kapan kita berangkat?", tanya anak tadi kepada ibunya. “Sebentar lagi, Nak. Barang-barangnya sudah dikemas semua,Nak?", ibu anak tad...

48 HUKUM KEKUATAN.

Gambar
  Sebuah buku yang ditulis oleh Robert Greene yang menawarkan Serangkaian Strategi untuk Mendapatkan dan Menjaga Kekuasaan dalam berbagai situasi. Berikut ini ringkasan 48 Hukum tersebut: 1. Jangan Mengagumkan Bos: Buat atasan Anda merasa superior. Jangan terlalu banyak mengungkapkan Bakat Anda atau Anda mungkin bisa Memicu Ketidakamanan mereka. 2.Jangan terlalu Percaya teman, gunakan Musuhmu: Teman lebih mudah Menghianatimu, tapi jika kamu Berhasil MEMENANGKAN Musuh, mereka akan lebih Setia. 3. Sembunyikan Niat Anda: Menjaga Orang Tidak Seimbang sehingga mereka tidak dapat mengantisipasi Tindakan Anda. 4. Selalu katakan kurang dari yang dibutuhkan: Diam melahirkan kekuatan, dan berbicara terlalu banyak mengungkapkan rencana Anda. 5.Lindungi Reputasi Anda di semua Biaya: Reputasi adalah Batu Sudut Kekuasaan. 6. Panggil Perhatian di semua Biaya: Terlihat untuk Relevan. 7. Membuat orang lain Bekerja untuk Anda dan Mengatributkan itu: Manfaatkan Pekerjaan dan Usaha orang lain untuk K...

Perumpamaan Dalam Bahasa Minang

Gambar
  Perumpamaan adalah sebuah Filosofi, ia menjadi bagian penting seni sastra verbal masyarakat Minang dalam menyikapi hidup dan kehidupan. Orang Minang selalu belajar dari lingkungan, sesuai dengan konsep "ALAM TAKAMBANG MANJADI GURU". Berikut perumpamaan dan artinya; 1. Angek tadah daripado cangkie (Berlagak kaya dengan harta orang lain/majikan) 2. Lah nyato si pontong tak bajari, cincin ameh baparagokan (Menyombongkan kekayaan kepada orang yang melarat) 3. Urang lah mati indak makan, rimah disapu ka halaman (Tabiat yang menunjukkan kesombongan, suka berfoya-foya sementara orang di sekitar  tengah dalam kesusahan) 4. Manyerakkan garam ka lauik (Pekerjaan yang sia-sia) 5. Kecek harimau bagaluik-galuik, kato kambiang iko lah nyato pambunuahan (Bagi seseorang apa yang sedang/telah dilakukannya hanya permainan belaka, sementara bagi pihak yang lain menanggapinya dengan keseriusan dan kejujuran. Biasanya diidentikkan dengan hubungan laki laki dan perempuan; laki-laki yang senang m...

Puasa Medsos : Masihkah Media Sosial Kita Penuh Berita Hoax dan Narasi Provokasi Yang Akan Merusak Nilai Puasa Ramadhan ?

Gambar
  Oleh : Dodi Putra Tanjung Pemilu telah usai, Presiden dan Anggota Legislatif telah di umumkan oleh KPU. Pihak yang tidak menerima hasil Pemilu punya hak untuk menuntut ke Mahkamah Konstitusi. Tentu dengan memenuhi semua persyaratan yang ditentukan.  Pihak yang kalah, biasanya akan selalu mencari celah kesalahan dari pihak yang menang, tidak puas, itu hal yang lumrah dan wajar. Dan ketidak puasan tersebut bisa disampaikan melalui jalur hukum di Mahkamah Konstitusi.  Namun ternyata pelampiasan ketidak puasan itu juga bergema di jagad media sosial. Rata-rata semua platform media sosial selalu dihiasi oleh narasi-narasi yang disampaikan oleh pendukung pihak yang kalah, dan di counter oleh pendukung pihak yang menang. Semantara yang namanya pendukung tentu tidak semua yang punya kaitan langsung kepada pihak yang kalah ataupun pihak yang menang. Mayoritas hanya pendukung akar rumput, bukan bagian dari tim sukses. Sementara tim sukses baik di daerah ataupun di tingkat nasional...

Hidup Mengembara

Gambar
Penulis : Abdul Hasyim Mubarak          Cahaya matahari pagi mulai menyinari salah satu kota besar di tepi barat pulau Sumatra. Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan baru pulang dari melaut pagi itu. Para petani mulai berjalan di pematang sawah,  berbekal cangkul di pundak dan semangat untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah beberapa bulan kedepan. Para pedagang mulai menggelar daganannya. Jalanan kota mulai dipadati kendaraan besar maupun kecil, yang dibawa oleh mereka yang memiliki tujuan masing-masing, yang memiliki harapan untuk mendapatkan rezeki yang baik hari ini.           Di salah satu sudut kota, seorang anak muda telah bangun sejak shubuh tadi. Dia harus mempersiapkan banyak barang sebelum berangkat untuk mengembara ke tempat yang jauh dari rumahnya, untuk menuntut ilmu di sebuah sekolah agama yang berada di sekitar wilayah utara provinsi.           "Ibu, kapan kita berangkat?, tanya anak...

Politik Jangan Baper! Dibawa Santai Saja

Gambar
  Oleh : Dodi Putra Tanjung Dunia politik memang keras. Orang-orang yang mengarunginya tidak boleh baperan (membawa segala sesuatu kedalam perasaan). Dibutuhkan jiwa yang besar, pikiran yang tajam, dan kedewasaan politik. Dalam politik, diperlukan juga sebongkah hati yang siap tersakiti, siap ngenes, siap terbakar dan siap juga merendah. Hari ini kita disuguhkan narasi etik dalam kontestasi politik menjelang 2024. Kadang para politikus atau mereka yang memperebutkan kekuasaan memang tidak memiliki etik. Begitulah budaya politik.  Etik adalah kumpulan asas atau nilai yang berkaitan dengan akhlak dan juga nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Benar dan salah selalu di pandang sesuai sudut yang memandangnya. Dulu Gibran dijadikan walikota oleh Megawati dengan PDIP-nya. Sekarang tega melukai hati PDIP dengan menjadi cawapres partai lain. Padahal PDIP sendiri sudah punya pasangan yang diusungnya. Jokowi sebagai presiden yang mesti netral dan leb...

Cara Menghitung Suara Agar Dapat Kursi Anggota DPRD Kabupaten/Kota 2024

Gambar
Pemilihan Umum (Pemilu) akan digelar pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang. Pemilu akan digelar bersamaan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan juga Pemilihan Legislatif. Proses penghitungan suara pada pemilu legislatif diprediksi akan tetap menggunakan metode Sainte Lague. Metode ini diperkenalkan oleh seorang matematikawan asal Perancis bernama Andre Sainte Lague pada tahun 1910. Di Indonesia sendiri, metode ini sudah pernah diterapkan pada saat Pileg 2019. Bagaimana metode dan cara menghitung kursi bagi Anggota DPRD Kabupaten pada Pemilu 2024 mendatang dapat disimak pada paparan berikut ini. Metode Menghitung Kursi Pemilu 2024 Sainte Lague merupakan teknik metode yang diperkenalkan oleh seorang matematikawan dari Perancis. Matematikawan tersebut bernama Andre Sainte Lague. Sainte Lague sempat menjadi regulasi yang disahkan di Indonesia pada 21 Juli di DPR RI dengan menggabungkan tiga undang-undang pemilu, yakni UU 8 tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif, UU 15/201...

Anam Suku di Lubuk Kilangan

Gambar
Tarantang tapian koto Luruih jalan ka kampuang Jua Kalau awak indak saiyo Alamaik nagari indak ka basaga Banda buek jalannyo sampik Sinan ranahnyo tapian malayu Pandai batenggang dinan rumik Disinan tuahnyo surang pangulu Tasabuik Baringin taruih ka dalam Tapian jambak sajak dulunyo Sakik badan raso mandamam Dukun panawa lah sakik pulo Lubuak Sariak di Padang Basi Tasabuik tapian pangulu Tanjuang Kalau iduik indak mangana mati Suok kida disipak sintuang Tasabuik Kasumbo jo Batu Gadang Sinan tapian rang caniago Elok buruk kalau ditimbang Itu adatnyo raso jo pareso. Indaruang bakubak kato urang Sinan tapian rang sipanjang Kok iduik lai samo manenggang Alamaik nagari mako ka sanang

Memaknai Karajo Bapokok, Ganggam Bauntuak, Sebagai Tanggung Jawab Sosial Calon Pemimpin di Minangkabau

Gambar
  Oleh : Dodi Putra Tanjung Nabi SAW bersabda, "Apabila sebuah urusan/pekerjaan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka bersiaplah menghadapi hari kiamat" (HR. Bukhari).  Yang dimaksud hadits ini bahwa bila sebuah tugas yang berkaitan dengan orang banyak, baik dalam urusan dunia maupun agama diemban orang yang tidak memiliki keahlian di bidang tersebut, ini pertanda hari kiamat (kehancuran) sudah dekat.  Hal ini juga bisa dimaknai dalam kehidupan bermasyarakat dimasa sekarang ini dalam sebuah daerah, dimana ketika sebuah jabatan atau urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tentu hasil yang diharapkan tidak akan mewakili kebutuhan atau persoalan yang berkaitan dengan orang banyak dalam daerah tersebut. Apalagi saat ini, dimana potensi dan konflik kepentingan sangat mendominasi ditengah masyarakat kita, gaya hidup konsumtif dan hedonis, sehinga segala sesuatu hanya dihargai dengan target materi dan kekuasaan. Sehingga banyak orang atau sekelompok ora...

Pemilu 2024, Tugas Berat Bawaslu Lebih Teliti Awasi Kampanye Hitam, Politik Uang Dan Serangan Fajar

Gambar
Pemilu serentak akan segera digelar pada tahun 2024, dimana akan dilakukan pemilihan Presiden dan wakil Presiden, Pemilihan Legislatif, dan Pemilihan Kepala Daerah. Masyarakat kembali akan disuguhkan berbagai macam jualan dari para kontestan pemilu, termasuk juga disuguhkan bermacam trik dan intrik, bahkan drama dan sandiwara yang dikemas sedemikian rupa agar simpati masyarakat berpaling kepada para kontestan tersebut. Dan tidak tertutup kemungkinan cara-cara kotor juga akan digunakan, seperti kampanye hitam, politik uang dan serangan fajar yang fenomenal itu. Artinya pertarungan para elit politik demi mencapai kepentingan mereka akan digelar ditengah masyarakat paling bawah. Dan disini tentu sangat diperlukan peran dan ketegasan dari pengawas pemilu yang biasa disebut Bawaslu. Namun dengan jumlah personil yang terbatas, dan luas wilayah yang akan diawasi, tidak semua hal atau kondisi bisa terpantau dengan baik oleh petugas Bawaslu. Secara kelembagaan, pengawas Pemilu ini dikua...

Kampung Anti Politik Uang, Peran Serta Masyarakat Kawal Pemilu Jujur Dan Adil

Gambar
Pemilu serentak akan segera digelar pada tahun 2024, dimana akan dilakukan pemilihan Presiden dan wakil Presiden, Pemilihan Legislatif, dan Pemilihan Kepala Daerah. Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sepakat pemilu di tahun 2024 dilaksanakan pada Rabu, 14 Februari 2024. Sementara, untuk pemungutan suara serentak nasional dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota dilaksanakan pada hari Rabu, 27 November 2024.  Masyarakat kembali akan disuguhkan berbagai macam jualan dari para kontestan pemilu, termasuk juga disuguhkan bermacam trik dan intrik, bahkan drama dan sandiwara yang dikemas sedemikian rupa agar simpati masyarakat berpaling kepada para kontestan tersebut. Dan tidak tertutup kemungkinan cara-cara yang tidak mendidik juga akan digunakan, seperti kampanye...