Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jokowi

Bukan Cuma Jokowi, Kita Juga

Gambar
  Dalam hidup–biasanya ada manusia yang runtuh oleh pujian, dan ada manusia yang patah oleh cacian. Sedangkan Jokowi, tampaknya bukan keduanya. Lebih jauh lagi–secara faktual–Jokowi saat ini juga mendapatkan "serangan" dari berbagai arah. Dari luar (dirinya), ia diserang oleh berbagai fitnah dan penghinaan–dan dari dalam (dirinya), oleh kondisi tubuh yang tak lagi sepenuhnya ramah. Dan yang paling menarik bukanlah semua "luka" itu–tetapi caranya berdiri di hadapan luka, caranya menyiasati luka. Dari sini kita mulai paham: kekuatan Jokowi bukanlah pada kemampuan membantah, melainkan pada kemampuan tidak merasa perlu membalas. Itu karena ia sudah selesai dati kebutuhan untuk diakui, dan dari sinilah keteguhannya berasal. Orang yang masih lapar pengakuan akan mudah tersinggung, sementara orang yang sudah kenyang makna akan tetap tenang.  Sejak awal, hidup Jokowi adalah perjalanan yang ditempa oleh proses, bukan karpet merah. Dari bantaran kali, lorong-lorong pasar, kan...