Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Sepenggal Cerita di Pesantren

Gambar
  Oleh : Abdul Hasyim Mubarak Cahaya matahari pagi mulai menyinari salah satu kota besar di tepi barat pulau Sumatra. Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan baru pulang dari melaut pagi itu. Para petani mulai berjalan di pematang sawah, berbekal cangkul di pundak dan semangat untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah beberapa bulan kedepan. Para pedagang mulai menggelar daganannya. Jalanan kota mulai di padati kendaraan besar maupun kecil, yang dibawa oleh mereka yang memiliki tujuan masing-masing, yang memiliki harapan untuk mendapatkan rezeki yang baik hari ini. Di salah satu sudut kota, seorang anak muda telah bangun sejak shubuh tadi. Dia harus mempersiapkan banyak barang sebelum berangkat untuk mengembara ke tempat yang jauh dari rumahnya, untuk menuntut ilmu di sebuah sekolah agama yang berada di sekitar wilayah utara provinsi. “Ibu, kapan kita berangkat?", tanya anak tadi kepada ibunya. “Sebentar lagi, Nak. Barang-barangnya sudah dikemas semua,Nak?", ibu anak tad...

PD PPM-LVRI Provinsi Sumatera Barat Lakukan Aksi Sosial Menjaga Monumen Bersejarah di Kota Padang

Gambar
  Pimpinan Daerah Pemuda Panca Marga (PPM-LVRI) Provinsi Sumatera Barat bersama Ranting PPM Kecamatan Koto Tangah - Kota Padang melaksanakan gotong royong di Monumen Tugu Perjuangan Kusuma Bangsa yang berlokasi di Pondok Kopi Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Sabtu, 20 September 2025. Sebelumnya tugu ini hilang dari pandangan karena sudah tertutup oleh semak belukar dan hampir terlupakan. Padahal, tugu ini punya sejarah yang mengiringi perjuangan mempertahankan kemerdekaan, dimana pada tahun 1949 terjadi pertempuran antara pejuang dengan Belanda. Dan banyak para Pejuang yang gugur dilokasi tugu itu berdiri saat ini.  Menyikapi hal tersebut, kader PPM sebagai wadah organisasi anak cucu Veteran Pejuang Kemerdekaan yg diinisiasi oleh Ketua PPM Koto Tangah Yuliardi Tebo melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan areal tugu tersebut. Kegiatan ini turut didukung oleh Camat Koto Tangah serta Lurah se-Kecamatan Koto Tangah. Namun keterlibatan pemerintah tentu tidak akan maksim...

IKN Ditetapkan Sebagai Ibukota Politik di 2028

Gambar
  Perbedaan mendasar perlu ditegaskan terlebih dahulu. Ibu kota negara adalah kota yang ditetapkan secara hukum sebagai pusat pemerintahan dan simbol kedaulatan. Di sana biasanya berkedudukan presiden, parlemen, dan lembaga yudikatif. Status ini bersifat konstitusional. Sementara, Ibu kota politik adalah pusat gravitasi kekuasaan politik, tempat keputusan diambil dan pertarungan kepentingan berlangsung. Statusnya lebih fleksibel, bisa formal maupun informal, dan tidak selalu berarti perpindahan pusat negara secara penuh. Presiden Jokowi pernah menjanjikan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai ibu kota negara—simbol keberanian menantang dominasi Jawa, kota futuristik hijau yang membangun peradaban baru. Namun kini, lewat pena penggantinya, IKN hanya diberi status ibu kota politik pada 2028. Ambisi yang dulu dibungkus jargon “masa depan Indonesia” berubah menjadi sekadar formalitas birokrasi. Menjadikan IKN sebagai ibu kota politik berarti mengakui setengah hati bahwa Jakarta masih memega...

7 Ciri Orang Iri Yang Perlu Diketahui

Gambar
  Terkadang, tanpa kita sadari, ada orang-orang di sekitar kita yang merasa iri dengan kehidupan yang kita jalani. Rasa iri ini bisa muncul dari berbagai alasan, mulai dari karier yang cemerlang, hubungan yang bahagia, hingga pencapaian-pencapaian kecil dalam hidup. Meski mungkin terlihat sepele, mengetahui tanda-tanda bahwa seseorang iri denganmu bisa membantu kamu lebih berhati-hati dalam bersikap dan menjaga hubungan yang sehat. 1. Selalu Mengkritik Apa yang Kamu Lakukan.  Salah satu tanda paling jelas bahwa seseorang iri adalah ketika mereka selalu berusaha mencari celah untuk mengkritik setiap langkah yang kamu ambil. Meski kamu sudah berusaha melakukan yang terbaik, mereka selalu saja punya sesuatu yang negatif untuk dikatakan. Alih-alih memberikan saran yang membangun, mereka cenderung membuatmu merasa tidak cukup baik. Kritik ini bukan berarti mereka peduli, tapi lebih karena mereka merasa tidak nyaman dengan pencapaianmu. 2. Berusaha Menyamai atau Mengunggulimu. ...

Pembubaran Massa Anarkis oleh Polisi Bisa Dinilai adalah untuk Kepentingan Masyarakat

Gambar
Ilustrasi demo. (Antara/Naufal Khoirulloh) Tindakan Polisi   dalam membubarkan massa anarkis dalam prinsipnya bukanlah bentuk brutalitas, melainkan upaya melindungi kepentingan masyarakat luas. Semestinya, unjuk rasa dan tindakan anarkis harus dipisahkan secara tegas. Dalam kegiatan unjuk rasa, Polisi bertugas melayani dan mengawal peserta agar merasa aman dan nyaman menyampaikan aspirasi. sebagaimana diatur oleh Undang-undang yang mengatur penyampaian pendapat di muka umum adalah Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. UU ini menjamin hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, namun tetap harus bertanggung jawab dan mematuhi batasan-batasan yang telah ditetapkan, seperti menghormati hak orang lain, menjaga ketertiban umum, serta kesatuan dan persatuan bangsa.  Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 sebagai dasar hukum menyatakan, "Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.  Penyampa...

Politisi Dari Kalangan Artis, Tumbal Politik Pemantik Aksi Massa Akhir Agustus 2025

Gambar
  Oleh : Dodi Putra Tanjung Gelombang aksi di sejumlah kota Indonesia pada pekan terakhir Agustus 2025 dipicu oleh beberapa hal, diawali oleh joget viral anggota DPR-RI setelah pengumuman kenaikan gaji dan tunjangan perumahan, yang menyebabkan aksi demontrasi pada 25 Agustus 2025, lalu tewasnya Affan Kurniawan, mitra pengemudi ojek online, setelah tertabrak kendaraan taktis polisi pada demontrasi 28 Agustus 2025 di Jakarta. Aksi berlanjut dengan tuntutan beragam, dari transparansi dan reformasi kepolisian, pembatalan tunjangan perumahan anggota DPR, hingga isu biaya hidup.  Akan halnya mengenai joget viral yang dilakukan beberapa orang anggota DPR-RI, diantaranya yang paling menonjol adalah Uya Kuya dan Eko Patrio, yang berakhir dengan rumah kediaman masing-masing dirusak dan dijarah massa, dan berujung penonaktifan Eko dan Uya oleh partainya sebagai anggota DPR-RI.  Namun, timbul pertanyaan, kenapa hanya rumah Eko dan Uya saja yang dirusak dan dijarah, kenapa rumah polit...