Postingan

“Due Process Of Law”, Dalam Praktek Peradilan

Gambar
  Banyak ditemui kasus kasus peradilan pidana di Indonesia ,  baik ditingkat penyidikan , maupun penuntutan dan yang telah masuk ranah peradilan di pengadilan , kurang adanya perhatian dari para penegak hukum bahwa kita disamping harus menghormati  Due Process of Law,  juga jangan lupa sistem peradilan pidana kita mengenal dan menganut Sistem Peradilan Pidana Terpadu (  Integrated Criminal Justice  Sistem ) Due Process of Law  adalah proses hukum yang adil , yaitu suatu proses hukum yang menerapkan rumusan pasal pasal perundang undangan secara adil , baik dari segi formal maupun material , dalam suatu proses peradilan pidana, yang mengandung jaminan hak kemerdekaan seseorang warga negara dalam menjalani suatu proses peradilan , baik dalam.tingkat penyidikan maupun penuntutan. Banyak kasus terungkap, dalam tingkat penyidikan , yang kebetulan seseorang yang telah ditetapkan tersangka berdasarkan dua alat bukti yang dianggap cukup, ditahan dengan pertimba...

Keutamaan Surat Al-Falaq

Gambar
Mungkin kita pernah merasa was-was, hati gelisah, tidur nggak nyenyak, pikiran terasa berat. Tapi anehnya, kita sendiri nggak tau pasti, Sebenarnya kita lagi takut sama apa sih? Orang lain? Luka lama? Atau sesuatu yang bahkan nggak kita pahami? Kalau di Surah An-Naas, kita diajari untuk berlindung dari bisikan diri sendiri Maka di Surah Al-Falaq, kita diajari untuk berlindung dari gelap yang datang dari luar. Maksudnya gimana? Dalam ayat pertama, Allah langsung ajarkan kita bagaimana cara membentengi diri dari apapun yang ada di luar sana. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh)" (QS. Al-Falaq: 1) Menurut Tafsir Ibnu Katsir, falaq berarti waktu fajar-tanda pertama dari cahaya yang membelah gelap. Allah sebut diri-Nya Rabbul-Falaq, karena Dia mampu membelah semua bentuk kegelapan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Allah meminta kita berlindung dari apa sih? مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ "da...

Bukan Cuma Jokowi, Kita Juga

Gambar
  Dalam hidup–biasanya ada manusia yang runtuh oleh pujian, dan ada manusia yang patah oleh cacian. Sedangkan Jokowi, tampaknya bukan keduanya. Lebih jauh lagi–secara faktual–Jokowi saat ini juga mendapatkan "serangan" dari berbagai arah. Dari luar (dirinya), ia diserang oleh berbagai fitnah dan penghinaan–dan dari dalam (dirinya), oleh kondisi tubuh yang tak lagi sepenuhnya ramah. Dan yang paling menarik bukanlah semua "luka" itu–tetapi caranya berdiri di hadapan luka, caranya menyiasati luka. Dari sini kita mulai paham: kekuatan Jokowi bukanlah pada kemampuan membantah, melainkan pada kemampuan tidak merasa perlu membalas. Itu karena ia sudah selesai dati kebutuhan untuk diakui, dan dari sinilah keteguhannya berasal. Orang yang masih lapar pengakuan akan mudah tersinggung, sementara orang yang sudah kenyang makna akan tetap tenang.  Sejak awal, hidup Jokowi adalah perjalanan yang ditempa oleh proses, bukan karpet merah. Dari bantaran kali, lorong-lorong pasar, kan...

Aku memilih diam

Gambar
  Oleh : Nurul Jannah Karena aku tak lagi merasa perlu menjelaskan diriku kepada siapa pun, yang sejak awal telah memutuskan untuk tidak adil. Tidak semua kebisingan layak ditanggapi. Tidak semua tuduhan pantas diluruskan. Dan tidak semua orang berhak atas klarifikasi hidup, yang tidak pernah mereka jalani. Diamku bukan reaksi. Ia adalah keputusan. Keputusan untuk menarik batas, mengunci pintu, dan berhenti memberi akses kepada mereka yang menjadikan kata-kata sebagai senjata. Aku pernah berada di fase di mana kebenaran terasa sangat penting, di mana meluruskan dianggap perlu, di mana membela diri tampak masuk akal. Kini tidak lagi. Karena aku telah memahami satu hal pahit, bahwa kebenaran tidak pernah benar-benar dicari oleh mereka, yang hidup dan bernapas dari prasangka. Ada orang-orang yang tidak mendengar untuk memahami. Mereka mendengar untuk menyerang. Bagi mereka, penjelasan hanyalah celah, dan keheningan selalu ditafsirkan sebagai kelemahan. Mereka keliru. Diam bukan kelema...

PPM Gelar Musda, Evi Yandri Rajo Budiman "Sang Harimau Kuranji" Terpilih Nahkodai PD PPM Sumbar 2025-2030

Gambar
  Padang -- Pimpinan Daerah Pemuda Panca Marga Legiun Veteran Republik Indonesia (PPM-LVRI) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Musyawarah Daerah ke XI tahun 2025 di Kota Padang (14 Desember 2025). Musda yang dilaksanakan ini merupakan amanah dari AD/ART PPM dan juga telah berakhirnya periode kepengurusan PD PPM Sumbar 2020-2025. Dimana kepengurusan yang lalu dilanjutkan oleh Yudha Putra yang diberikan amanah oleh Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga untuk melakukan konsolidasi terhadap Pimpinan Cabang PPM se-Sumatera Barat dan melaksanakan Musda di periode akhir 2025. Yudha mengatakan, dirinya diberikan amanah dan tanggung jawab oleh Pimpinan Pusat untuk melaksanakan konsolidasi terhadap PC PPM se-Sumatera Barat dan segera melaksanakan Musda, "Saya diberikan waktu selama paling lambat satu tahun oleh Pimpinan Pusat sejak diamanahkan sebagai ketua PD PPM Sumbar pada tahun 2024 lalu untuk melakukan konsolidasi dan melaksanakan program kerja PPM sehingga sampai pada pelaksanaan Musda,...

Cara Melumpuhkan Argumen Bodoh Tanpa Perlu Mengeluarkan Satu Kata Pun

Gambar
Kadang yang paling mematikan bukan kata-kata tajam, tapi diam yang membuat lawan bicara tenggelam dalam kebodohannya sendiri. Argumen bodoh tak butuh jawaban, ia butuh cermin. Semakin kamu menjelaskan, semakin kamu terlihat ikut bermain di level mereka. Tapi saat kamu tenang, mereka kehilangan arah dan kehilangan penonton. Fakta menariknya, psikologi komunikasi menunjukkan bahwa 70 persen kekuatan debat ditentukan oleh bahasa tubuh, bukan isi kata. Artinya, kamu bisa memenangkan percakapan tanpa bersuara. Diam bukan pasif, tapi strategi yang membuat kebodohan terlihat mencolok dengan sendirinya. Itulah seni menundukkan ego tanpa membuka mulut. 1. Gunakan keheningan sebagai ruang berpikir, bukan tanda kalah Keheningan yang disengaja adalah senjata intelektual. Ia menciptakan tekanan psikologis karena lawan bicara menunggu validasi yang tak kunjung datang. Saat kamu memilih diam, kamu memaksa mereka mendengar gema dari kebodohannya sendiri. Dalam momen itu, kekuatan berpindah ke tanganmu...

CARA MENAKLUKKAN EGO ORANG YANG KUAT DENGAN KALIMAT YANG SOPAN

Gambar
Pernahkah Anda berhadapan dengan seseorang yang egonya begitu besar, bagai tembok yang sulit ditembus? Suara Anda seperti hilang ditelan angin, sementara mereka terus bersikeras dengan pendapatnya. Padahal, ada cara elegan untuk melunakkan ego terkuat sekalipun tanpa perlu konfrontasi atau kekerasan kata kata. Kekuatan sesungguhnya terletak pada kemampuan kita merangkai kata kata sopan yang justru mengandung kedalaman makna. Kalimat kalimat lembut yang tepat sasaran mampu menggerus pertahanan ego seseorang, membuka pikiran mereka, dan akhirnya membuat mereka menghormati Anda dengan sukarela. Inilah seni diplomasi tingkat tinggi. 1. Gunakan Kalimat Perspektif Coba ucapkan, "Saya sangat memahami sudut pandang Anda, dan itu membuat saya berpikir..." Kalimat ini mengakui keberadaan mereka tanpa menyerah, sambil membuka ruang untuk pendapat Anda. Orang akan merasa dihargai, sehingga lebih mau mendengarkan perspektif berbeda yang Anda tawarkan. 2. Ajukan Pertanyaan Pencerahan Darip...