OKTARIA MUSTIKA SARI : KARANG TARUNA KOTA PADANG Vs PANDEMI COVID-19



Eksistensi Karang Taruna Kota Padang pada saat pandemi COVID 19 Sangat di apresiasi sekali oleh berbagai kalangan seperti  masyarakat sekitar, Dinas Sosial Kota Padang , Dinas Pemuda Olah Raga , Pemerintahan Kota Padang,  support  dari Anggota Dewan, bahkan tak tangung-tanggung KEMENSOS RI juga meliput Kegiatan Karang Taruna Kota Padang  secara berturut-turut. 

Banyak generasi milenial atau disebut juga  dengan kids zaman now atau istilah lainnya adalah anak kekinian  yang hanya terpaku pada  gadget  dan lebih memilih berdiam diri dirumah hanya  untuk  bermalas-malasan.

Berbeda dengan Organisasi Karang Taruna Kota Padang yang semakin gencar melakukan kegiatan meski  pada masa pandemi sekarang  yang mengharuskan setiap orang tetap dirumah, sampai diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala  Besar) di sebagian Provinsi  dan daerah. Bahkan setelah diberlakukannya New Normal dengan tetap mematuhi aturan protokol kesehatan.

Menurut  Ketua Tim Pakar gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19  Wiku Adisasmita, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun tetap menjalankan aktivitas normal namun ditambah menerapkan protocol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19”.

Hal ini tidak mengurungkan niat Karang Taruna Kota Padang yang diketuai oleh Bung Yaldi Chaniago, beserta  anggota  Karang Taruna lainnya di 104 Kelurahan se Kota Padang dengan tetap mematuhi aturan Protokol Kesehatan.  

Eksistensi Karang Taruna Kota Padang  patut diapresiasi, sebagai contoh bagi pemuda pemudi di sekitar Kota Padang untuk tetap berproduktif dan berkarya.  

Belum lama ini Karang Taruna Kota Padang berhasil mencetak Generasi Milenial menjadi kader Karang Taruna terbaik dalam lomba Pemuda Pelopor  di  Tingkat Kota Padang , dan kembali bersaing di Tingkat Provinsi yang diwakili oleh Sepkrianto Eka Putra  dari  Kelurahan Binuang Kampuang Dalam , Kecamatan Pauh sebagai Juara 1  dengan produk unggulan Usaha Ekonomi Produktif Itik Bertelur mutiara biru.  M.Toha Solihin sebagai  Juara 2 dari Kelurahan Baringin Jaya, Kecamatan Lubuk  Kilangan dengan Usaha Ekonomi Produktif  Peci Nasional Cahaya Insan. Yang mampu mengajak masyarakat sekitar untuk berkarya dan mengurangi pengangguran, dan Juara 3 Lian dari Karang Taruna Kec. Padang Barat dengan Usaha Ekonomi Produktif Terumbu Kerang.  

Harapan Karang Taruna Kota Padang agar para kader muda potensial seperti Seprianto Eka Putra dapat mewakili Kota Padang untuk perlombaan ke tingkat Nasional.  Meski banyak diantara kaum milenial yang belum  mengetahui apa itu Organisasi Karang Taruna dan apa pula Pemuda Pelopor.
    
Organisasi Karang Taruna ini  disebut  juga Organisasi Sosial Kemasyarakatan.  Sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang  atas kesadaran  sendiri, sedangkan Pemuda Pelopor adalah merupakan bentuk  pengakuan dan penghargaan  terhadap pemuda Indonesia atas prestasi dan kontribusi untuk kemajuan masyarakat di bidang kewirausahaan, pendidikan, teknologi tepat guna, seni budaya, pariwisata, serta kebaharian/kelautan.

Pergerakan Karang Taruna Kota Padang lainnya adalah membangun kreatifitas Pemuda melalui dunia Jurnalistik, menerapkan Kampung Cyber di Kelurahan Koto Lalang serta pengelolaan Website di Lubuk Kilangan, Meresmikan lapak baca Kamboja yang didirikan oleh Karang Taruna Batipuh Panjang.
Juga melakukan Bakti Sosial penyaluran bantuan bagi Guru dan murid Sekolah Luar Biasa (SLB).
 
Banyak hal yang dapat kita lakukan saat ini, untuk terus berproduktif  dan melakukan kegiatan yang bermanfaat. Satu kata dari penulis, jangan tanya apa yang diberikan Negara kepada kita, tapi tanya prestasi apa yang telah kita ukir untuk Negara, tetaplah berkarya dan tetap semangat. (Ria)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RENCANA PEMBANGUNAN FLY OVER SITINJAU LAWIK DI LUBUK KILANGAN, APA PERAN DAN FUNGSI KERAPATAN ADAT?

Kepemimpinan Kolektif di Minangkabau, Urang Nan Ampek Jinih dan Jinih nan Ampek

LAHIRNYA FORUM NAGARI DI LUBUK KILANGAN, DITINJAU DARI ASPEK HISTORIS