Hei Bung!
Jadi begini bung,
Bung dengan saya kan saling kenal, paling tidak saya melihatnya begitu, entah kalau bung melihatnya berbeda.
Kalau bung memang sedang ada hajat dan niat yang hendak dilaksanakan, sampaikan terus terang kepada saya dan mintakan kesediaan saya untuk membantu bung menyukseskan agenda bung tersebut. Jangan ketika bung merasa kita satu kampung lalu bung mengklaim bahwa saya otomatis sudah berada "didalam", saya sampaikan bahwa klaim bung tersebut sangatlah keliru.
Saya ini manusia yang merdeka, bung. Merdeka disini berarti bebas menentukan indikator-indikator yang menjadi syarat dukungan saya terhadap sebuah agenda. Tak seorangpun yang bisa mengkondisikan indikator-indikator tadi.
Tidak seperti kebanyakan orang lain yang ada di kampung kita ini bung, mereka membawa diri mereka sendiri, merayap menyelinap kesana kemari, nempel sana nempel sini. Saya tak bisa begitu bung, saya ini membawa gerbong dan kepentingan kampung, jadi ketika saya memutuskan sesuatu maka apapun implikasinya, baik atau buruk, juga akan dirasakan oleh gerbong dan kampung saya. Sehingga saya selalu harus hati-hati dan waspada dalam memutuskan pilihan.
Tapi terus terang saya juga ingin melihat effort bung mengunci gerbong saya dan memastikan posisi saya berada dipihak bung. Terus terang juga saya sampaikan bahwa effort dengan basa basi itu sesuatu yang berbeda derajat dan bobot nilainya dimata saya.
Bung kan tau selama ini bagaimana saya berkawan dengan banyak orang. Tapi kalau bicara Gerbong, saya tentu ingin berdiri dipihak yang menang, logika saya begitu, prinsip saya juga begitu.
Kalau dalam adat Minang, "Sipaik Bakandak tu Mamintak". Saya orang Minang, tentu saya akan menjunjung tinggi adat saya. Kalau bung berkehendak, maka mintalah terus terang sama saya.
Waktu masih lama, dan saya masih menunggu bung mendatangi saya dan meminta saya mendukung hajat bung. Kalau kedatangan bung tidak terjadi, maka jangan salahkan saya jika saya akan memilih mendukung yang lain, apalagi jika saya diperhatikan dan diperlakukan lebih baik daripada bersama bung.
Seperti yang saya katakan diatas tadi, kita saling kenal selama ini, paling tidak saya beranggapan demikian. Soal benar atau salahnya anggapan saya tersebut, tergantung bung lah lagi..

Komentar
Posting Komentar