Postingan

Kasus Stop, Tapi Tak Perlu pengakuan Bersalah

  Melalui kuasa hukumnya, Refly Harun, pihak Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) mendesak penghentian proses hukum tuduhan ijazah palsu Jokowi tanpa ada tendensi untuk menyampaikan permohonan maaf.  Kok bisa? Apa sih yang tidak bisa buat Refly Harun? Dalam pandangannya, semua bisa kok, tidak peduli apakah itu melanggar norma hukum. Sikap Refly ini memicu pertanyaan mendasar, mungkinkah sebuah perkara yang menyentuh ranah kehormatan individu dihentikan tanpa adanya pemulihan nama baik melalui mekanisme pengakuan kesalahan? Kalau keinginan Refly dikabulkan, bahaya kepastian hukum mengancam di depan. Kelak orang dengan suka-suka menghina, memfitnah, mencemarkan nama baik orang lain. Manakala diperkarakan, pihak yang menghina, memfitnah dan mencemarkan nama baik itu kapan saja minta kasusnya diselesaikan tanpa harus minta maaf. Lucu kan, ya? Bukan Refly-nya yang lucu karena beliau sudah lucu dari sononya, tetapi norma hukum yang hancur berantakan karena datangnya Refly! ...

LAHIRNYA FORUM NAGARI DI LUBUK KILANGAN, DITINJAU DARI ASPEK HISTORIS

Gambar
Latar Belakang Lubuk Kilangan, sebuah wilayah kecamatan di Kota Padang. Di wilayah ini berdiri sebuah pabrik semen tertua di Asia Tenggara, yakni PT Semen Padang, yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1910. Lahan pabrik ini dibangun diatas Tanah Ulayat Nagari Lubuk Kilangan yang diserahkan oleh Ninik Mamak Lubuk Kilangan kepada pemerintah Belanda pada tahun 1907.  Kemudian dalam perkembangannya dari pabrik Indarung I menjadi pabrik Indarung II dan sampai berkembang menjadi pabrik Indarung IV saat ini tetap berada diatas tanah ulayat Lubuk Kilangan. Dimana pada kurun tahun 2004 kembali diserahkan lahan seluas 412 ha sebagai sumber bahan baku pabrik Semen Padang.  Dinamika dan Konflik Lingkungan dengan Perusahaan Dalam proses perkembangan pabrik ini, tentu sebagai daerah industri sangat banyak persoalan yang berkembang. Dari persolan dampak lingkungan, persoalan ekonomi dan permasalahan tenaga kerja. Tidak dipungkiri bahwa dengan keberadaan pabrik ini menjad...

“Due Process Of Law”, Dalam Praktek Peradilan

Gambar
  Banyak ditemui kasus kasus peradilan pidana di Indonesia ,  baik ditingkat penyidikan , maupun penuntutan dan yang telah masuk ranah peradilan di pengadilan , kurang adanya perhatian dari para penegak hukum bahwa kita disamping harus menghormati  Due Process of Law,  juga jangan lupa sistem peradilan pidana kita mengenal dan menganut Sistem Peradilan Pidana Terpadu (  Integrated Criminal Justice  Sistem ) Due Process of Law  adalah proses hukum yang adil , yaitu suatu proses hukum yang menerapkan rumusan pasal pasal perundang undangan secara adil , baik dari segi formal maupun material , dalam suatu proses peradilan pidana, yang mengandung jaminan hak kemerdekaan seseorang warga negara dalam menjalani suatu proses peradilan , baik dalam.tingkat penyidikan maupun penuntutan. Banyak kasus terungkap, dalam tingkat penyidikan , yang kebetulan seseorang yang telah ditetapkan tersangka berdasarkan dua alat bukti yang dianggap cukup, ditahan dengan pertimba...

Keutamaan Surat Al-Falaq

Gambar
Mungkin kita pernah merasa was-was, hati gelisah, tidur nggak nyenyak, pikiran terasa berat. Tapi anehnya, kita sendiri nggak tau pasti, Sebenarnya kita lagi takut sama apa sih? Orang lain? Luka lama? Atau sesuatu yang bahkan nggak kita pahami? Kalau di Surah An-Naas, kita diajari untuk berlindung dari bisikan diri sendiri Maka di Surah Al-Falaq, kita diajari untuk berlindung dari gelap yang datang dari luar. Maksudnya gimana? Dalam ayat pertama, Allah langsung ajarkan kita bagaimana cara membentengi diri dari apapun yang ada di luar sana. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh)" (QS. Al-Falaq: 1) Menurut Tafsir Ibnu Katsir, falaq berarti waktu fajar-tanda pertama dari cahaya yang membelah gelap. Allah sebut diri-Nya Rabbul-Falaq, karena Dia mampu membelah semua bentuk kegelapan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Allah meminta kita berlindung dari apa sih? مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ "da...

Bukan Cuma Jokowi, Kita Juga

Gambar
  Dalam hidup–biasanya ada manusia yang runtuh oleh pujian, dan ada manusia yang patah oleh cacian. Sedangkan Jokowi, tampaknya bukan keduanya. Lebih jauh lagi–secara faktual–Jokowi saat ini juga mendapatkan "serangan" dari berbagai arah. Dari luar (dirinya), ia diserang oleh berbagai fitnah dan penghinaan–dan dari dalam (dirinya), oleh kondisi tubuh yang tak lagi sepenuhnya ramah. Dan yang paling menarik bukanlah semua "luka" itu–tetapi caranya berdiri di hadapan luka, caranya menyiasati luka. Dari sini kita mulai paham: kekuatan Jokowi bukanlah pada kemampuan membantah, melainkan pada kemampuan tidak merasa perlu membalas. Itu karena ia sudah selesai dati kebutuhan untuk diakui, dan dari sinilah keteguhannya berasal. Orang yang masih lapar pengakuan akan mudah tersinggung, sementara orang yang sudah kenyang makna akan tetap tenang.  Sejak awal, hidup Jokowi adalah perjalanan yang ditempa oleh proses, bukan karpet merah. Dari bantaran kali, lorong-lorong pasar, kan...

Aku memilih diam

Gambar
  Oleh : Nurul Jannah Karena aku tak lagi merasa perlu menjelaskan diriku kepada siapa pun, yang sejak awal telah memutuskan untuk tidak adil. Tidak semua kebisingan layak ditanggapi. Tidak semua tuduhan pantas diluruskan. Dan tidak semua orang berhak atas klarifikasi hidup, yang tidak pernah mereka jalani. Diamku bukan reaksi. Ia adalah keputusan. Keputusan untuk menarik batas, mengunci pintu, dan berhenti memberi akses kepada mereka yang menjadikan kata-kata sebagai senjata. Aku pernah berada di fase di mana kebenaran terasa sangat penting, di mana meluruskan dianggap perlu, di mana membela diri tampak masuk akal. Kini tidak lagi. Karena aku telah memahami satu hal pahit, bahwa kebenaran tidak pernah benar-benar dicari oleh mereka, yang hidup dan bernapas dari prasangka. Ada orang-orang yang tidak mendengar untuk memahami. Mereka mendengar untuk menyerang. Bagi mereka, penjelasan hanyalah celah, dan keheningan selalu ditafsirkan sebagai kelemahan. Mereka keliru. Diam bukan kelema...

PPM Gelar Musda, Evi Yandri Rajo Budiman "Sang Harimau Kuranji" Terpilih Nahkodai PD PPM Sumbar 2025-2030

Gambar
  Padang -- Pimpinan Daerah Pemuda Panca Marga Legiun Veteran Republik Indonesia (PPM-LVRI) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Musyawarah Daerah ke XI tahun 2025 di Kota Padang (14 Desember 2025). Musda yang dilaksanakan ini merupakan amanah dari AD/ART PPM dan juga telah berakhirnya periode kepengurusan PD PPM Sumbar 2020-2025. Dimana kepengurusan yang lalu dilanjutkan oleh Yudha Putra yang diberikan amanah oleh Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga untuk melakukan konsolidasi terhadap Pimpinan Cabang PPM se-Sumatera Barat dan melaksanakan Musda di periode akhir 2025. Yudha mengatakan, dirinya diberikan amanah dan tanggung jawab oleh Pimpinan Pusat untuk melaksanakan konsolidasi terhadap PC PPM se-Sumatera Barat dan segera melaksanakan Musda, "Saya diberikan waktu selama paling lambat satu tahun oleh Pimpinan Pusat sejak diamanahkan sebagai ketua PD PPM Sumbar pada tahun 2024 lalu untuk melakukan konsolidasi dan melaksanakan program kerja PPM sehingga sampai pada pelaksanaan Musda,...